Pada hari ini, Kamis tanggal 27 Juli 2023 mulai pukul 09:00 WIB sampai dengan pukul 12:00 WIB telah dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Program Jaksa Sahabat Petani Kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kota Batu. Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batu, Mohammad Januar Ferdian, S.H., M.H., bersama dengan:
1. Kasubsi Ekonomi, dan Pembangunan Nasional, M.Wildan Hakim, S.H.,
2. Yang mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur, Ibu Dyah Sulistyowati,
3. Yang mewakili Kepala DPKP Kota Batu, Sekretaris DPKP Kota Batu, Harijadi Agung Setijana, S.STP., M.M.,
4. General Manager Aston Hotel Inn Kota Batu, Didik Rocki Wahyono, selaku Pengurus PHRI Kota Batu,
5. Para Ketua GAPOKTAN dan Penyuluh Pertanian se-Kota Batu
Jaksa Sahabat Petani merupakan program prioritas Kejaksaan Negeri Batu yang diinisiasi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Batu, dimana para Jaksa melalui Bidang Intelijen diinstruksikan untuk dapat turun secara langsung mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi para petani di lapangan serta memberikan penyuluhan hukum terkait beberapa permasalahan yang dapat berimplikasi terhadap para petani di Kota Batu, sehingga permasalah tersebut dapat dideteksi sejak dini dan menghindarkan para petani dari berbagai permasalahan hukum.
Dalam diskusi yang cukup menarik tersebut, beberapa permasalahan yang disampaikan para petani melalui cukup bervariasi, diantaranya GAPOKTAN Bumiaji yang berharap harga pupuk yang mahal dan harga yang tidak stabil, sehingga biaya tanam dan perawatan jauh lebih mahal dari biaya yang dihasilkan, serta hasil pertanian bunga dan buah dari para petani agar dapat dipromosikan ke setiap Hotel dan Restauran di Kota Batu melalui Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Batu yang menaungi lebih dari 112 Hotel dan Restauran di Kota Batu, dimana Kota Batu yang dikenal sebagai Kota Wisata, telah tercatat pada Tahun 2022 dikunjungi lebih dari 8 Juta Wisatawan. Sehingga harapannya hasil pertanian maupun turunan dan olahan dari para Petani Kota Batu tersebut dapat terserap di daerah sendiri
